Inilah penggalan hidupku..
Aku hanya butuh tempat curhat setelah aku merasa semua buntu...
Ibarat puzzle...aku diberi sebuah teka teki dengan kepergian pamanku....amanah yang dianggap berat tidak juga,dianggap ringan juga tidak...
Menjelang kepergiannya tepatnya 3hari menjelang kepergiannya 19 januari kemarin(jadi kamis 17januari)tepat saat aku telepon beliau,amanah itu terucap...selain aku dititipn sepu2ku alias anak2nya,ada satu amanah yg buat aku tersentak saat aku dengar pamanku meninggal.....
Dititipin seorang lelaki dewasa,yang aku tau lelaki itulah yg diinginkan pamanku untuk jadi suami,lelaki yang tak sekalipun aku pernah melihatnya apalagi mengenal...tapi beliau menginginkan aku menjaganya,mendampinginya,menjaga silaturahmi dan persaudaraan,untuk pamanku lelaki ini sudah spt anak lelakinya...sebuah amanah yang aku gak tau bagaimana cara aku menepatinya....
Aku beruntung adikku dan pacarnya mengenal petinggi ponpes itu,biasa beraktifitas ditempat itu dll.....sekarang aku hanya bergantung pada usaha mereka berdua, aku sertai doa dan harapan2....hanya berbekal nama dan tempat kerja..mereka menelusuri jejak yang ditinggalkan pamanku....
Disini...aku menunggu hanya berbekal doa,istiharah,puasa dll...semampuku demi menepati amanah pamanku...yang entahlah apa hal tsb akan terpenuhi...
Kabar kepergian pamanku dengan puzzlenya membuatku menyertakan janji pada tuhanku,Y Allah seandainya Kau ijinkan aku memenuhi amanah pamanku,demi baktiku pada orang yang aku patuhi,demi rasa ikhlasku yang sempet Kau sisipkan disanubariku....beri aku kesempatan,demi mereka yang aku cintai dan demi pengabdianku pada-Mu sebagai hamba yang selama ini telah banyak lalai...aku akan dampingi dia dalam keadaan apapun dan bagaimanapun...aku ingin meneruskan semua yang pernah jadi impian pamanku,memapankan anak2nya,kebaikannya yang gak pernah bisa aku dan ortuku balas,aku hanya punya ketulusan...ya Allah..beri aku kesempatan..ijinkan aku menunjukan aku bisa berbakti pada orang tua dan beliau...aku ingin melihatnya tersenyum disyurga...mengantarkan beliau dalam ketenangan...
Bukan doa setelah aku kepepet,itu terucap saat detik pertama ayahku telepon memberi kabar paman meninggal...itulah yang terucap dihatiku...tepat jam 12 malam...aku menangisi diriku yang belum menunjukkan baktiku,aku menangisi bukan kematian pamanku karena aku tau segala yg hidup akan mati tapi aku menangisi semua kenyataan ini.....semuanya tuhan.....terasa berat bebanku kini.....tapi itulah satu2nya janji yang berani aku ucapkan spanjang usiaku ini....janji yang bener2 aku ucapkan tanpa aku sesali setelahnya......ya Rabby...
Ijinkan...aku mungkin terlalu kotor untuk-Mu tuhan...selama ini aku hanya secara lahir mengenalmu tanpa pernah belajar secara batin menyertakan-Mu dalam tiap langkahku......