|
kalo bicara soal cinta terkadang kita sebagai manusia itu serba egois...pun diriku saat ini.... Kemarin diriku berjumpa dengan eks my bos ditelkom yang kini dah pindah ke bekasi...buatku beliau udah lebih dari hanya sekedar bos.... Beliau tahu semua metamorfosisku selama 7 tahun ditelkom...up ad down nya aku sebagai pribadi dan manusia.... Saat beliau pindah aku merasa hilang sebagian penguat hidupku...tapi hidup itu selalu oposite...datang dan pergi....dan intinya adalah saat seseorang yg berarti hadir dihidup kita dan saat dia pergi....siapkah....hidup jalan terus...yg pergipun tetap harus pergi....tak tertunda satu detikpun kalo sudah menadi suratan takdir. Kemarin beliau menyapaku kembali dengan kelembutannya yang khas...yang tk bisa dibandingkan dengan siapapun, sosok yang langka aku dapatkan setelah beliau.... pertanyaannya simpel....imas udah menikah?......hanya dengan tersenyum simpulpun beliau udah bisa menebak diriku .... tanpa memaksa akan jawabanku beliau hanya menuturkan kalimat....jangan pernah merasa memiliki suami/istri kita....jgn pernah mencintainya dengn sepenuh hati..karena semua itu bukan milik kita...bahkan kulit,mata dan semua yang ada pada raga kitapun bukan milik kita...jangan pernah mencintainya dengan berlebih..karena pada saat semua itu hilang, akan sangat menyakitkan kita.....tapi bila Allah menitipkan semuanya pada kita rawatlah semua dengan cinta sebaik2nya cinta,berikan yang terbaik karena pada saat sang pemilik mengambilnya maka Ia akan menggantinya dengan yg lebih baik.... Itu jadi bahan perenungan diriku saat ini, dimana posisiku sebagai seseorang yang terpisah dengan yang dicintai itu menyentakku telak...dimana rasa yang kadang muncul melebihi kapasitasku sebagai makhluk, entah itu rasa curiga yang berlebih,cemburu yang melampaui batas kewajaran atau cinta yang melampaui batas sehingga cenderung posesif....mungkin karena jauh..... rasa yang saat ini aku tanggung mungkin melebihi kalian yang berada didekat orang yang dicintai...tapi kalimat itu menyentakku tajam...benarkah langkah yang selama ini aku agung2kan sebagai bentuk rasa cintaku pada orang yg telah membagi hidup dan kehidupannya denganku sebagai langkah yang tepat?walau terkadang sakig over actingnya diriku jadi cenderung egois dan menguasai..............padahal semua itu bukan milik kita? mungkin ya milik kita saat ini tapi akankah itu selamanya.... bertahun2 aku mempersiapkan cinta yang bertumpuk pada sosok yang telah menaungiku tapi apakah aku mempersiapkan diri untuk suatu ketika aku kehilangan orang yang telah menaungi kita?..................jawabannya TIDAK.... dan ternyata memang tidak sama sekali....... Ya...suami kita memang sejatinya bukan milik kita, ia hanya sosok yang dititipkan Allah pada kita untuk menemani langkah2 kita.... Seperti aku belajar dengan mudah mencintai akankah aku dengan mudah juga belajar mengikhlaskan saat itu haru stercabut dari diri kita?................ |
| Leave a Comment: |